Selamat Tahun Baru Terlambat 1 Detik!

December 30, 2008

Alhamdulillah.. dua hari lagi mulai pake lembaran kalender tahun 2009..

Hal unik yang kucatat selama 2008 dan di pergantian tahun ini, seperti : tanggal 1 Ramadhan 1429H (hijriah) = tanggal 1 September 2008M (masehi); 1 Muharam 1430H = 29 Desember 2008 (tahun baru Hijriah) dan 3 hari + 1 detik kemudian tanggal 1 Januari 2009 (tahun baru Masehi).

Ya… Tahun baru 2009 nanti akan terlambat 1 detik !

Ini kubaca di harian Kompas, Sabtu, 27 Des 2008 lalu :

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, awal tahun baru 2009 akan terlambat satu detik. Sejumlah ilmuwan yang selama ini peduli terhadap standardisasi waktu di seluruh dunia telah sepakat menambah satu detik di akhir tahun 2008.

Penambahan ini untuk memastikan dunia tetap tepat waktu. Rotasi Bumi sebagai standar 24 jam masih digunakan dalam penentuan waktu di jam. Padahal, rotasi Bumi dari waktu ke waktu mengalami keterlambatan. Pencairan es di kutub, aktivitas inti Bumi, gelombang laut, dan efek gravitasi Matahari dan Bulan membuat poros rotasi berubah-ubah dan mengalami perlambatan 2 milidetik setiap hari.

Sementara standar yang presisi kini digunakan berdasarkan perhitungan waktu 1 detik setara dengan waktu yang dibutuhkan sebuah atom cesium untuk bergetar sebanyak 9.192.631.770 kali. Dengan standar tersebut, jam atom hanya terlambat satu detik dalam 200 juta tahun. Akibat perbedaan ini menyebabkan tampilan jam atom harus disesuaikan dengan jam berdasarkan rotasi Bumi.

Tambahan detik yang diatur lembaga standardisasi waktu dunia International Rotation and Reference Systems Service akan dilakukan secara resmi pada malam tahun baru di Greenwich, Inggris. Greenwich selama ini menjadi referensi jam di seluruh dunia dengan sebutan GMT (Greenwich Mean Time) atau Coordinated Universal Time (UTC).

Secara teknis, pada malam tahun baru akan ditambahkan hitungan 23.59.60 sebelum berubah menjadi 00.00.00 memasuki 1 Januari 2009. Sebanyak 200 jam atom yang tersebar di 50 laboratorium di seluruh dunia akan menyesuaikan dengan perubahan ini.

Detik tambahan yang sering disebut Leap Second ini bukan kali pertama dilakukan. Sejak standardisasi waktu dunia disepakati tahun 1972 telah dilakukan 24 kali.

Meski seolah tahun 2009 terlambat satu detik, sebenarnya justru maju beberapa milidetik. Sebab, saat ini jam atom terlambat 0,6 detik sehingga penambahan satu detik membuat waktu Bumi 0,4 detik lebih dulu. Maju atau mundur, perayaan tahun baru tetap saja yang paling ditunggu-tunggu.

Betul… Memang keterlambatan itu adalah efek dari proses kalibrasi penanggalan masehi / Syamsiyah (solar based). Yang masih muter2 di otakku nih : ada nggak kalibrasi penanggalan hijriah / Qomariyah (lunar based)… Kan enak kalo udah dikalibrasi hijriah-nya.. gak bakal ada beda pendapat kapan awal Ramadhan / Syawal-nya (he he.. bener ga’ ya?)

Setahuku, perhitungan tanggal Hijriah kan sama-sama 12 bulan, bedanya hanya berselang-seling 29 hari; 30 hari; 29 hari; 30 hari; dst untuk bulan Muharram; Shaffar; Rabi’ul Awwal; Rabi’ul Akhir dst sampai bulan Dzulhijjah.

Jadi total jumlah hari dalam satu tahun hijriah = (6×29) + (6×30) = 354 hari.

Padahal bulan beredar mengelilingi Bumi sekali setiap 27,3 hari (periode orbit).. Jadi 27,3×12 = 327,6 hari… Walah, selisih jumlah hari nya = (354-327,6) = 26,4 hari tiap tahun!

Sebentar.. ini ada yg salah nih… Masa periode orbit bulan dihitung pake durasi hari mengacu rotasi bumi.. Wah, harus hunting literatur lagi nih..

Mulai 2009 aku mau jadi “pengrajin bumerang comment blog” aja ah.. Lha newbie kyk aku gini ga ada apa2nya dibanding mas2 & mbak2 blogger..

Hehe.. Bola api kulempar nih… Ayo comment !!!

Bandung Bootcamp ~ vini vidi vici Jakarta!!!

August 22, 2008

Hi all,

Bertahap mulai terkumpul serpihan puzzle yang selama ini berserak di medula oblongata-ku. Aku percaya banget, memang ada kondisi ketidak selarasan antara kedua belahan otakku… Ini gara-gara materi siang tadi yang dibawakan NLP Master (http://alexanderkurniawan.com) begitu mengena di rasioku. Padahal aku tahu “goal” dari materinya adalah : memotivasi para peserta Bandung Bootcamp melalui pembuktian kekuatan intuisi masing2 bahwa “mimpi” tidak selalu berujung hanya mimpi. Semua bisa terjadi !!! Tentu saja dengan beberapa aturan yang bisa, harus, jangan dan tidak boleh diikuti maupun dilanggar.

Hehe.. Pusing ya? Begitulah kondisi abstrak jika digambarkan secara verbal kata per kata. Enaknya memang dirasakan aja. Itulah yang kurasakan di acara ini.

Banyak “mimpi” di kepalaku yang harus kuagendakan untuk segera realisasikan. Jangka pendeknya tentu saja : Bagaimana “menjinakkan” Jakarta (Jangan antipati dulu.. Konotasinya positif kok.. swear !!

Biar ga makin bikin pusing.. Udah dulu aja ya..

Siapa aku jg blm cerita.. Kapan2 aja lah..

Bye..

Hello world!

August 22, 2008

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.